stats web Mencegah HIV/AIDS Secara Lebih Dini - Toko Obat Kuat Herbal - Menyediakan Obat Kuat Herbal Terbaik

Mencegah HIV/AIDS Secara Lebih Dini

HIV/AIDSAIDS adalah salah satu jenis penyakit yang sangat mematikan dan mematikan, karenanya penyakit tersebut sangat perlu untuk dihindari. Lalu apa pengertian dari penyakit AIDS itu sendiri?

AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) atau syndrome penurunan kekebalan tubuh adalah infeksi yang disebabkan oleh HIV(Human Immunodeficiency Virus) yang menyebabkan hilangnya sistem kekebalan tubuh sehingga membuat penderita mudah sekali untuk terserang berbagai macam penyakit.

Dengan menghilangnya sistem kekebalan tubuh maka akan membuat penderita mudah sekali terserang berbagai macam penyakit dan tentunya menyebabkan penyakit tersebut sangat sulit untuk disembuhkan. Karena sampai saat ini penyakit AIDS belum ditemukan obatnya maka mengakibatkan semua penderita penyakit AIDS berakhir dengan kematian.

Gejala infeksi HIV/AIDS

Gejala infeksi tahap awal

Hampir semua penderita AIDS tidak menyadari adanya HIV/AIDS dalam tubuhnya karena penderita AIDS awalnya tidak mengalami gejala apapun yang mencolok. Tidak munculnya gejala mencolok tersebut akan berlangsung dalam waktu yang sangat lama bahkan mungkin sampai bertahun-tahun kemudian.  Meskipun infeksi HIV tidak disertai gejala awal, seseorang yang terinfeksi HIV akan membawa virus HIV dalam darahnya. Orang yang terinfeksi tersebut akan sangat mudah menularkan virus HIV kepada orang lain, terlepas dari apakah penderita tersebut kemudian terkena AIDS atau tidak . Untuk menentukan apakah virus HIV ada di dalam tubuh seseorang adalah dengan tes HIV.

Gejala infeksi tahap menengah

Untuk gejala menengah pada penderita HIV/AIDS akan muncul berbagai macam gejala yang semakin jelas, misalnya flu yang berulang-ulang  : lesu, demam, berkeringat, otot sakit, pembesaran kelenjar limfe, batuk.
Gejala infeksi HIV lainnya yaitu infeksi mulut dan kulit yang berulang-ulang, seperti sariawan, atau gejala-gejala dari infeksi umum lain yang selalu kambuh karena penurunan kekebalan tubuh.

Gejala infeksi tahap akhir

Pada tahap akhir ini gejala yang muncul disebut juga gejala deanga indikasi yaitu berat badan menurun dengan cepat, diare kronis, batuk, sesak nafas (infeksi paru-paru, tuberculosis yang telah meluas), bintik-bintik atau bisul berwarna merah muda atau ungu (kanker kulit yang disebut sarcoma kaposi), pusing-pusing, bingung, infeksi otak.

Penyebab penyakit HIV/AIDS

Penyebab dari penyakit HIV/AIDS adalah infeksi oleh virus HIV, yang menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga sel-sel pertahanan tubuh makin lama makin banyak yang rusak, sehingga penderita infeksi HIV menjadi sangat rentan terhadap semua bentuk infeksi. Pada tahap akhir penderita AIDS akan kehilangan semua sistem imunnya sehingga akan menyebabkan penderita menjadi tidak mampu melawan kuman-kuman yang seharusnya bisa dilawan oleh tubuh dengan mudah dalam keadaan normal.
Infeksi HIV ditularkan melalui hubungan badan baik vagina, anus, dan kontak dengan darah penderita HIV, seperti lewat jarum suntik, bayi yang dilahirkan oleh ibu yang terinfeksi HIV, menerima transfusi darah yang terinfeksi, serta transplantasi organ tubuh.
Jika telah diketahui menderita HIV/AIDS yang ahrus dilakukan adalah menghindari tempat-tempat yang banyak serangan penyakit serta tidak melakukan hubungan badan dan mencegah kehamilan, serta jangan menjadi donor darah , sperma, ataupun organ tubuh.
Hal penting lainnya yang perlu untuk diketahui adalah infeksi HIV/AIDS tidak bisa ditularkan lewat kontak sosial biasa seperti berjabat tangan dan berpelukan. Makanan atau alat-alat makan. Toilet dan kolam renang. Gigitan nyamuk atau serangga lain serta donor darah yang bebas virus HIV.

Cara pencegahan penyakit HIV/AIDS

Mencegah penyakit HIV/AIDS relatif lebih mudah dibandingkan dengan mengobatinya. Mencegah penyakit HIV/AIDS akan semakin penting artinya berhubung penyakit ini belum ditemukan obatnya. Berikut ini beberapa cara pencegahan penyakit HIV/AIDS :
Setialah dengan suami atau istri anda. Lakukan hubungan seksual hanya dengan pasangan hidup anda (safe sex).

Menghindari seks bebas (free sex)

Jangan melakukan hubungan badan dengan pekerja seksual (PSK) atau berganti-ganti pasangan.
Gunakan kondom secara benar dalam berhubungan seksual, kecuali untuk pasangan-pasangan yang menginginkan bayi. Kondom bisa menurunkan resiko infeksi tetapi tidak dapat mencegahnya secara total. Kondom yang terbuat dari selaput (membrane) binatang terlalu tipis untuk dapat melindungi.

Hindari penyalah-gunaan obat terlarang, narkoba dan penggunaan jarum suntik bersama-sama

Bila ingin akupunctur, tattoo, atau tindik telinga pastikan bahwa alat-alat yang dipakai telah disterilkan.
Bila perlu operasi, sebaiknya minta transfuse darah autologous, yaitu donor darah untuk nantinya dipakai sendiri

Kewaspadaan umum untuk mencegah infeksi HIV/AIDS

Prinsip kewaspadaan dalam menghindari penyakit AIDS mutlak diperlukan bagi mereka yang rentan terhadap penularan infeksi HIV. Prinsip ini dikenal sebagai prinsip kewaspadaan umum(general precaution), yakni pedoman tentang cara pengendalian infeksi untuk melindungi para pekerja medis, pasien, maupun orang lain sehingga mereka terhindar dari berbagai penyakit yang disebarkan melalui darah dan cairan tubuh tertentu.

Kewaspadaan umum dalam mencegah infeksi hiv aids meliputi :

Cara menangani dan membuang benda-benda tajam yang dapat menimbulkan luka, sayatan atau tusukan. Termasuk dalam hal ini adalah jarum, jarum hipodermik, pisau bedah, gunting, perangkat infus, gergaji, pecahan kaca, dan lain-lain.
Membersihkan tangan dengan sabun dan air sebelum maupun sesudah melakukan semua prosedur operasi.
Memakai alat pelindung seperti sarung tangan, jubah, masker, dan kacamata pelindung bila terpaksa harus bersentuhan langsung dengan darah dan cairan tubuh lainnya.

Melakukan pembersihan atau desinfeksi peralatan kerja dan lain-lain yang terkontaminasi.

Penanganan tempat tidur, seprei kotor, lantai yang terkena noda secara tepat.
Sekalipun prinsip kewaspadaan umum untuk mencegah hiv aids ini terutama ditujukan kepada para pekerja medis, tak ada salahnya bila kita semua berhati-hati dan waspada untuk mencegah terjadinya luka yang disebabkan oleh jarum, pisau, gunting dan peralatan tajam lainnya. Apalagi bila kita hidup berdampingan dengan orang yang terkena infeksi HIV.

Alat test HIV/AIDS

Untuk mengecek apakah seseorang terkena hiv aids atau tidak, sekarang hal itu sudah bisa dilakukan dengan lebih mudah, yaitu dengan alat test hiv aids. Alat ini sangat praktis dan bermanfaat karena orang yang bersangkutan bisa melakukannya sendiri di rumah. Menurut produsennya alat ini punya tingkat akurasi yang tinggi.

Sekilas, cara kerja alat deteksi hiv aids ini seperti kombinasi antara alat tes gula darah dengan alat test kehamilan.
Dari penjelasan rinci di atas dapat diketahui bahwa hubungan seks akan menularkan HIV/AIDS dengan sangat mudah karenanya sangat perlu untuk berhati-hati. Pencegahan terbaik adalah dengan menghindari hubungan seks pra nikah serta menelusuri dengan baik dan hati-hati riwayat calon pasangan Anda. Berhati-hatilah jangan sampai gejala HIV muncul pada diri Anda maupun keluarga Anda. Karenanya jangan sampai melakukan hal-hal yang bisa mengakibatkan terjadinya infeksi virus HIV.

Jagalah kesehatan karena kesehatan adalah hal utama yang bahkan bisa lebih mahal dari harta apapun di dunia ini.

Copyright © 2014 | CV. Karya Abadi (0896 3574 0033)
Powered by Quick Cart | Cetak | Kembali

Daftar Rekening

  • transfer BCA tokoherbal 123 No.Rek 247-1783-317 atas nama MUHYIDDIN
  • transfer Mandiri tokoherbal 123 No.Rek 900-00-382-054-08 atas nama MUHYIDDIN
  • transfer BNI tokoherbal 123 No.Rek 064-966-3052 atas nama MUHYIDDIN
  • transfer BRI tokoherbal 123 No.Rek 0022-01-037752-50-5 atas nama MUHYIDDIN