stats web Apa Saja Perbedaan Toko Online, E-Commerce Dan Marketplace ? - Toko Obat Kuat Herbal - Menyediakan Obat Kuat Herbal Terbaik

Apa Saja Perbedaan Toko Online, E-Commerce Dan Marketplace ?

                               

Berbelanja secara online tentu menjadi kesenangan tersendiri bagi pembeli. Hanya dengan terhubung ke internet, kita bisa langsung memilih barang apa yang cocok dan akan kita beli.  Ketika belanja secara online, kita akan menjumpai berbagai macam sistem yang diberlakukan oleh penjual.

Ada yang memberlakukan sistem tanya jawab, yaitu kita bebas menanyakan seputar produk yang kita beli langsung kepada admin/pengelola web, ada juga yang dengan sekali meng-klik tombol “beli”, secara otomatis kita terdaftar sebagai pembeli produk tersebut.

Tidak semua tempat belanja online kita sebut dengan online shop, bahkan ada yang disebut e-commerce dan marketplace. Lantas apakah perbedaannya? Lebih efektif yang manakah dari ketiga tempat belanja online tersebut? Dan apa saja kekurangan dan kelebihannya?

E-Commerce

        

Electronic Commerce atau disingkat E-Commerce, istilah ini biasanya selalu dihubungkan dengan jual-beli online atau transaksi yang melibatkan penjualan dan pembelian produk maupun jasa melalui internet.

                 

Pengertian E-Commerce

Sistem belanja e-commerce hampir sama dengan marketplace, yaitu pembeli tinggal memilih barang yang diinginkan pada sebuah website, kemudian mengklik tombol “beli” dan melakukan transfer sejumlah harga yang tercantum. Bedanya adalah pada e-commerce, barang ataupun produk yang dijual berasal dari website itu sendiri.

Tidak membuka lahan atau tempat bagi para penjual lain untuk menjajakan produk mereka.Tidak ada tawar menawar dan harga yang diberikan adalah harga pas. Terkecuali apabila ada paet promo dalam periode waktu tertentu. Contoh dari e-commerce misalnya zalora.com, berrybenka.com, agarspermakental.com dll.

Sebagian besar orang akan berpendapat segala aktivitas belanja yang dilakukan secara online dapat dilakukan di online shop. Pada kenyataannya, tidak hanya melalui online shop, namun kita juga bisa belanja melalui e-commerce dan marketplace. Online shop atau yang disebut dengan toko online adalah sistem belanja online yang mana pembeli dapat menanyakan harga atau pertanyaan apapun terkait produk kepada penjual secara langsung, dapat melalui BBM, LINE, atau Whatsapp.

Di beberapa online shop, biasanya akan ada diskon setelah pembeli sering berlangganan pada online shop tersebut. Ada juga online shop yang masih memberlakukan tawar menawar harga suatu produknya. Contoh dari online shop ini sering dijumpai di Facebook dan Instagram.

Belanja online toko online (e-commerce) dan marketplace menjadi sarana tempat jual beli yang cukup menarik untuk dicermati. Karena kegiatan belanja saat ini lebih mudah untuk dilakukan, berbagai barang dan jasa diperjualbelikan secara online di internet. Ada berbagai cara yang disediakan para penjual online dan penyedia berkumpulnya suatu komunitas penjual dari produk dan jasa tertentu.

Penjual online yang memiliki struktur perusahaan yang lebih besar, berkemungkinan memiliki beberapa  website yang terintegritas untuk menjajakan barang dan jasa yang dijualnya. Website ini dikelola langsung oleh perorangan dan perusahaan. Dari website tersebut, biasanya para calon pembeli akan dengan mudah mengetahui keabsahan perusahaan dan legalitas dari barang yang dijual. Bahkan lebih leluasa memilih-milih berbagai produk yang dijual oleh penjual.

Namun dengan kemajuan dunia internet, komputasi dan pemahaman seseorang akan peluang bisnis yang cukup menjanjikan, tidak sedikit website dan barang-barang yang sedang ramai peminat, di palsukan oleh pihak-pihak yang tidak berkepentingan. Dengan sengaja melanggar hak cipta dari suatu produk atau perusahaan yang memproduksinya.

Berikut beberapa e-commerce :

  • E-commerce iklan baris. Dalam situs e-commerce jenis iklan baris para penjual langsung dapat mengiklankan barang yang dijual tanpa harus membuka toko sendiri. pembeli yang berminat terhadap barang yang ada di e-commerce iklan bari langsung dapat menghubungi penjual individu melalui contact person yang ada. Contoh situs e-commerce jenis iklan baris adalah kaskus, tokobagus, dan OLX.

Cara Kerja Situs Iklan Baris

Cara kerja website iklan baris seperti OLX, sama persis dengan iklan baris di koran, jadi saya rasa Anda sudah lumayan mengerti.

Anda sebagai penjual bisa pasang iklan, lalu prospek yang tertarik menghubungi Anda secara langsung, baik via HP, email, chat (yang Anda cantumkan di iklan Anda).

Jadi OLX sama sekali tidak ikut peran dalam transaksi atau komunikasi yang terjadi antara pemasang iklan (penjual) dengan calon customer. OLX hanya menyediakan tempat untuk beriklan.

  • E-commerce retail. Bentuk e-commerce retail lebih mirip dengan pusat perbelanjaan. Pembayaran dilakukan melalui rekening tunggal yang dikelola langsung pihak retail. Contoh e-commerce retail adalah lazada, zalora, bhinneka dan blibli.

Cara Kerja E-Commerce Retail

E-Commerce Retail seperti Blibli (sering muncul di iklan TV, bahkan jadi sponsor turnamen bulutangkis tingkat dunia baru-baru ini) atau Zalora dan masih banyak lagi.

                   

Mereka di dunia nyata, mirip seperti retailer besar atau Department Store di Mal seperti Sogo, Metro, Hypermart, Ace Hardware dan lain-lain.

Cara kerjanya dengan mempunyai banyak supplier, tapi retailer besar ini yang menyeleksi dan mengkontrol produk-produk yang ingin mereka jual, mengatur stok produk dan pengiriman barang juga kebanyakan dikirim dari mereka sendiri.

Oleh sebab itu kalau Anda lihat di Blibli seringkali yang tampak adalah produk dari brand-brand besar yang mereka ajak kerjasama. Kualitas produk secara umum di situs E-Commerce sejenis ini biasanya lebih bisa dipertanggung-jawabkan.

 

Marketplace

Marketplace merupakan pasar dimana tersedia berbagai macam produk dalam bentuk virtual. Di situs marketplace pengguna internet bisa bertransaksi sebagaimana transaksi di pasar nyata namun kali ini transaksi berlangsung secara online. Contoh situs e-commerce jenis marketplace contohnya Tokopedia, Multiplay dan Rakuten.

                     

Cara Kerja Marketplace

Marketplace atau pasar online punya cara kerja yang berbeda lagi. Marketplace populer seperti Tokopedia atau Buka Lapak mempertemukan banyak penjual dengan banyak pembeli.

Mereka menyediakan tempat, fasilitas dan infrastruktur agar penjual dengan pembeli bisa dengan mudah melakukan transaksi.

Jadi perusahaan marketplace seperti ini tidak menjual produknya sendiri, mereka tidak punya stok produk, mereka hanya menyediakan fasilitas dan sistem agar transaksi antara penjual dengan pembeli bisa mudah dilakukan.

Tetapi mereka melangkah lebih jauh, dimana perusahaan marketplace ini juga menjadi mediator atau pihak tengah yang memastikan transaksi yang dilakukan lebih aman.

Bagaimana caranya? Secara sederhana, bisa dijelaskan seperti berikut:

  1. Pembeli memilih barang di marketplace, lalu saat membeli, transfer pembayaran dilakukan ke perusahaan marketplace, bukan transfer ke penjual.
  2. Perusahaan marketplace akan memberitahu ke si penjual, bahwa sudah diterima pembayaran untuk produk A dan minta segera penjual memproses dan mengirimkan paket barang ke alamat pembeli.
  3. Setelah barang diterima pembeli maka pembeli bisa konfirmasi bahwa barang sudah diterima (atau kadang sistem otomatis mendeteksi melalui resi pengiriman bahwa barang sudah diterima) maka perusahaan marketplace akan mentransfer pembayaran ke si penjual.

Dengan mekanisme tersebut, transaksi menjadi lebih aman (walaupun tetap saja ada kelemahan dari segi keamanan).

Konsep cara kerja marketplace ini ternyata sangat disukai oleh masyarakat di Indonesia yang memang relatif sebelumnya tidak terlampau percaya dengan belanja online yang dianggap banyak terjadi penipuan.

Oleh sebab itulah konsep marketplace berkembang pesat di Indonesia, ditunjukkan dengan perkembangan jumlah penjual dan jumlah pembeli di berbagai marketplace yang populer.

Marketplace yang terbesar di Indonesia saat ini adalah Tokopedia dan Buka Lapak. Tetapi Lazada yang sebelumnya lebih mengarah ke situs e-commerce, akhirnya lebih mengembangkan bisnisnya menjadi marketplace.

Marketplace adalah model bisnis yang mana website yang bersangkutan tidak hanya membantu mempromosikan barang dagangan saja, tapi juga memfasilitasi transaksi uang secara online. Pada sistem belanja online ini, sebuah website menyediakan lahan atau tempat  bagi para penjual untuk menjual produk-produknya. Di website inilah kita akan menemukan produk dari penjual yang berbeda, ada juga beberapa penjual dari online shop.

Setiap produk yang terdapat dalam website tersebut telah diberikan spesifikasi dan penjelasan kondisi produknya, sehingga pembeli dapat langsung mengklik tombol “beli” kemudian melakukan transfer sejumlah harga yang tercantum. Pada sistem belanja ini, penjual tidak melakukan tanya jawab kepada pembeli dan tidak ada diskon ataupun tawar menawar seperti pada online shop. Contoh dari marketplace diantaranya adalah tokopedia.com, olx.co.id, bukalapak.com, dll.

                         

Kesimpulan Perbedaan Mendasar Website E-Commerce dan Marketplace

Dalam dunia industri web, marketplace adalah sebuah web e-commerce. Namun tidak semua situs e-commerce adalah marketplace. Ada perbedaan mendasar yang dapat kita pelajari untuk membedakan keduanya, berikut adalah perbedaan-perbedaannya.

Single vendor vs multi vendor

Marketplace merupakan pasar digital yang menjajakan lebih banyak produk dengan berbagai jenis dan merek, produk-produk tersebut datang dari berbagai vendor. Itulah mengapa marketplace bisa juga disebut sebagai pihak ketiga yang mempertemukan antara vendor dan customernya. Sebagaian besar web marketplace memberi fasilitas pada tiap-tiap vendor untuk bergabung secara gratis.

Namun karena sifatnya yang open akses, kekurangan marketplace adalah peta persaingannya sangat ketat. Jadi jangan terlalu berharap mendapat keuntungan berlipat-lipat dengan bergabung di sebuah situs marketplace. Lain halnya dengan e-commerce yang mengacu pada aktivitas belanja online dengan jangkauan yang lebih sempit, situs ini hanya memasarkan produk dari merek atau vendor yang sama, tanpa adanya pilihan produk serupa dari merek lain.

Perbedaan model bisnis          

Marketplace menerapkan model bisnis B2B (Business to Business) hal ini bisa dilihat dari marketplace itu sendiri yang juga merupakan sebuah badan bisnis yang melayani sebuah badan bisnis atau vendor yang ingin memasarkan produknya. Selain itu marketplace juga menerapkan model bisnis B2C (Business to Customers) model ini dipakai saat vendor anggota dari marketplace tersebut melayani customer mereka. Sedangkan e-commerce menerapkan hanya model bisnis B2C (Business to Business) tanpa melibatkan badan bisnis lain.

Perbedaan Sumber profit

Karena hanya sebagai pihak ketiga yang mempertemukan sebuah vendor sengan customernya, maka marketplace tidak akan mendapat apapun dari sebuah transaksi jual beli. Profit marketplace datang dari pihak vendor baik mereka yang ingin menjadi vendor premium atau pihak-pihak yang ingin memasanga iklan banner di halaman situs marketplece.

Sedang sumber profit e-commerce yang utama jelas datang dari transaksi antara mereka sendiri dengan customernya. Namun tidak menutup kemungkinan jika nantinya sebuah situs e-commerce juga menyediakan space iklan untuk disewakan.

Perbedaan Proses Pembayaran

Perbedaan juga tampak dalam proses pembayarannya, dalam sebuah marketplace sebagian besar dari mereka berperan sebagai pihak ketiga yang menyimpan uang pembayaran dari customer sampai customer mengirimkan konfirmasi bahwa barang yang mereka beli telah sampai ke tangan mereka baru kemudian uang pembayaran sampai ke tangan vendor.

Proses pembayaran seperti ini mereka terapkan untuk meyakinkan customer bahwa vendor-vendor yang tergabung dalam marketplace mereka benar-benar terpercaya. Lain halnya dengan e-commerce, uang yang dibayarkan customer langsung masuk ke vendor terkait. Karena memang pada dasarnya e-commerce tidak memiliki pihak ketiga yang menjembatani transaksi antara vendor dan customer.

Perbedaan Proses Pengiriman

Proses pengirimannya juga sedikit terdapat perbedaan, karena produk-produk dipasarkan di marketplace datang dari berbagai vendor yang berasal dari berbagai tempat, maka semua produk tidak dikirim dari tempat yang sama melainkan dikirim dari posisi masing-masing vendornya. Sedang e-commerce barang yang dibeli dikirim dari satu tempat yang sama.

Tabel di bawah ini akan membantu anda menarik kesimpulan garis besar perbedaan-perbedaan antara marketplace dan e-commerce.

                          

Dari banyak perbedaan diatas, tidak dapat disimpulkan manakah yang lebih baik diantara keduanya. Keduanya memiliki keunggulan masing-masing. Meskipun marketplace dihuni oleh banyak vendor, mereka tetap memberi ruang tiap-tiap vendor yang tergabung untuk mengelola katalog produk mereka seperti dapat dilakukan di website e-commerce. Dan website e-commerce lebih terpercaya dalam segi produk yang dijual, karena hanya menjual produk yang dihasilkan perusahaan e-commerce itu sendiri.

Copyright © 2014 | CV. Karya Abadi (0896 3574 0033)
Powered by Quick Cart | Cetak | Kembali

Daftar Rekening

  • transfer BCA tokoherbal 123 No.Rek 247-1783-317 atas nama MUHYIDDIN
  • transfer Mandiri tokoherbal 123 No.Rek 900-00-382-054-08 atas nama MUHYIDDIN
  • transfer BNI tokoherbal 123 No.Rek 064-966-3052 atas nama MUHYIDDIN
  • transfer BRI tokoherbal 123 No.Rek 0022-01-037752-50-5 atas nama MUHYIDDIN